28°C Banda Aceh
December 20, 2023
SKK Migas Setujui Usulan POD Investasi di Teknologi Injeksi Uap, PHR Siap Kembangkan Lapangan Rantaubais
Bisnis Nasional

SKK Migas Setujui Usulan POD Investasi di Teknologi Injeksi Uap, PHR Siap Kembangkan Lapangan Rantaubais

Dec 20, 2023

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyetujui usulan Plan of Development (POD) Steamflood EOR atau Injeksi Uap di Lapangan Rantaubais Tahap-1.

Lapangan Rantaubais Tahap-1 dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan nilai investasi sebesar Rp3,7 triliun.

PHR siap bergerak melakukan pengembangan Lapangan Rantaubais untuk mendukung ketahanan energi nasional dan capaian target 1 juta barel minyak per hari di tahun 2030.

Direktur Utama PHR Chalid Said Salim mengapresiasi langkah SKK Migas yang menyetuji POD tersebut.

Usulan ini menjadikan Rantaubais sebagai lapangan minyak ke-2 di Indonesia yang mengimplementasikan Enhance Oil Recovery (EOR) setelah sebelumnya diterapkan di Lapangan Duri sejak tahun 1995.

“Kami siap melakukan kinerja terbaik untuk mengembangkan Lapangan Rantaubais dengan mengimplementasikan metode steamflood EOR untuk menghasilkan produksi terbaik dari Wilayah Kerja (WK) Rokan,” ujar Chalid.

Chalid mengatakan, PHR siap menerapkan metode steamflood EOR di Lapangan Rantaubais. Diharapkan, dengan metode ini bisa menambah cadangan minyak dan peningkatan produksi di WK Rokan.

“Semoga apa yang akan nanti kami kerjakan di Lapangan Rantaubais bisa berjalan lancar dan menghasilkan produksi terbaik untuk energi negeri,” katanya.

SKK Migas menyetujui usulan POD Steamflood EOR Lapangan Rantaubais Tahap-1 pada 1 Desember 2023.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara menjelaskan, persetujuan POD ini menjadi penting.

Karena mengingat Rantaubais sebagai lapangan minyak ke-2 di Indonesia yang mengimplementasikan metode EOR dalam skala komersial dengan teknologi injeksi uap (steamflood).

Benny mengatakan, total investasi pada proyek pengembangan ini akan mencapai sekitar Rp3,7 triliun yang meliputi pengeboran sumur, pembangunan fasilitas produksi uap panas (steam station), dan pemutakhiran fasilitas produksi. Dampak ekonomi yang dihasilkan, menurut Benny, juga signifikan, dengan perkiraan pendapatan negara mencapai Rp4,8 triliun.

Proyek ini juga merupakan bagian dari pemenuhan KKP di Wilayah Kerja Rokan. Proyek tersebut merupakan tahap awal (prove of expansibility) pengembangan CEOR dalam rangka menuju skala lapangan penuh (fullfield scale) di Lapangan Minas.

Persetujuan terhadap program-program EOR di WK Rokan tersebut menunjukkan tekad SKK Migas dan PHR dalam menjalankan komitmen kerja yang telah dibuat sebelumnya.

Sebelumnya, PHR berhasil melakukan tajak sumur yang merupakan bagian dari pengembangan area steamflood di Lapangan North Duri Development (NDD) Area 14 Stage-1 pada Juni 2023 lalu.

Sumber : kabarbumn.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×