Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, Iuran Maksimal 12 Juta

BPJS Kesehatan akan menghapus atau mengubah skema kelas peserta. Perubahan kelas tersebut rencananya akan berlaku secara bertahap mulai Juli 2022.

Namun, besaran iurannya masih belum ditentukan. Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) saat ini masih menghitungnya.

Aturan kelas peserta BPJS Kesehatan kembali diubah dan diterapkan secara bertahap per Juli 2022. Adapun kelas kepesertaan yang awalnya mencakup kelas 1, 2, dan 3, akan berubah menjadi kelas standar.

Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan perubahan tersebut akan dilakukan bertahap hingga 2024. Uji coba dan evaluasi dimulai pada bulan Juli.

“Apa yang dikerjakan harus jelas tujuannya. Itu kan memang disusun rekan-rekan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), yang jelas 2022 dimulai uji coba. 2023 mulai secara bertahap, 2024 diimplementasi lebih banyak,” ujar Ghufron dalam siaran streaming, Sabtu (11/6).

Dalam kesempatan itu, Ghufron juga menyinggung soal penyesuaian iuran. Ia memastikan iuran tersebut jangan sampai memberatkan masyarakat.

Sejalan dengan ini, muncul wacana besaran iuran menyesuaikan besaran penghasilan peserta. Ghufron mengatakan batasan tertinggi penghasilan peserta dalam penentuan kelas dan besaran iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp 12 juta,

Sehingga, iuran antara peserta berpenghasilan Rp 100 juta, hampir sama dengan mereka yang berpenghasilan Rp 10 juta. Adapun persentase iuran yang berlaku saat ini adalah 1 persen dibayarkan peserta dan 4 persen dibayar pemberi kerja.

“Seharusnya semakin tinggi gaji itu semakin besar. Tapi di Indonesia ini diberi maksimum Rp 12 juta, sehingga mereka yang bergaji Rp 100 juta sama yang bergaji Rp 11 juta itu hampir sama,” katanya.

Leave a comment

Sign Up to Our Newsletter

Be the first to know the latest updates

Whoops, you're not connected to Mailchimp. You need to enter a valid Mailchimp API key.