Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fakta Tentang Restoran Padang Yang Bikin Geger

Salah satu restoran nasi Padang di Jakarta bikin gempar karena menyediakan lauk berbahan dasar babi. Restoran itu mendapat kritik hingga kecaman dari berbagai pihak, terutama anggota DPR RI dari dapil Sumatera Barat (Sumbar).

Usaha nasi Padang babi ini terungkap setelah Ikatan Keluarga Minang (IKM) menerima aduan. DPP IKM yang mulanya mengungkap adanya usaha nasi Padang babi tersebut.

Usaha nasi Padang babi itu mendapat kritik hingga kecaman karena tak sesuai dengan filosofi masyarakat Minang, yang identik dengan Islam. Terlebih, namanya menggunakan bahasa Minang. Pemprov DKI Jakarta sampai ikut turun tangan.

 

Berikut 8 fakta terkait restoran nasi padang babi itu:

  1. Terungkap karena Promosi di Instagram

Usaha nasi Padang babi ini terungkap usai promosinya ‘tertangkap’ oleh pengguna media sosial. Pemilik usaha nasi Padang babi tersebut sempat mempromosikan dagangannya di Instagram.

  1. Jual Lauk Babi Rendang

Akun usaha nasi Padang nonhalal itu juga memposting gambar hidangan yang dijual. Makanan yang mereka jual, mulai dari babi gulai, bagi rendang, hingga babi bakar. Pemilik akun juga menjelaskan profil usahanya. Pada deskripsi profil akunnya, tertulis usaha nasi Padang nonhalal itu merupakan yang pertama di Indonesia. Namun, setelah sorotan muncul, akun media sosial usaha itu menghilang.

  1. Nama Usahanya Babiambo

Usaha nasi Padang babi itu bernama Babiambo, seperti diungkap Anggota DPR RI asal Sumbar. Nama itu yang juga memantik polemik hingga berujung kecaman.

  1. Bukan Restoran-Lokasi di Kelapa Gading

Restoran nasi Padang babi itu berada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

  1. Buka Saat Awal Pandemi

Jajaran Pemprov DKI ikut turun tangan menangani polemik usaha nasi Padang babi tersebut. Menurut Sekretaris Lurah Kelapa Gading Timur Yenny Fisdianty, usaha nasi Padang nonhalal itu mulai beroperasi sejak awal pandemi Corona.

  1. Tak Punya Izin Operasi

Pihak Kelurahan Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara (Jakut), mengatakan usaha kuliner nasi Padang babi tidak memiliki izin. Saat ini, usaha kuliner itu sudah tidak beroperasi.

  1. Cuma Beroperasi 3 Bulan karena Tak Laku

Sekretaris Kelurahan Kelapa Gading Timur Yenny Fisdianty mengatakan usaha kuliner itu sudah lama tutup. Ia mengatakan usaha nasi padang babi ini hanya dilakukan secara online. Saat ini resto itu sudah tutup.

  1. Polisi Belum Temukan Unsur Pidana

Pemilik usaha nasi Padang babi, Sergio, telah selesai diperiksa polisi. Kapolsek Kelapa Gading Kompol Vokky Sagala mengaku belum menemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.

Leave a comment

Sign Up to Our Newsletter

Be the first to know the latest updates

Whoops, you're not connected to Mailchimp. You need to enter a valid Mailchimp API key.